
Kadangkala apa yang dihadirkan oleh semua keadaan kepada seorang insan di muka semesta ini, tak membuahkan alternatif lain selain untuk dilewati. Ya, kadang jalan satu-satunya adalah mengambil jalan itu sendiri, jalan yang mungkin paling kita takuti dan paling dihindari, agar hasilnya apapun itu, entah berhasil atau gagal, setidaknya akan hadir kemenangan bagi jiwa yang mencobai jalan yang paling dirinya benci serta takuti, karena menjadi kuat acapkali merupakan satu-satunya langkah yang memang harus diambil, dan memang itulah telos Tuhan bagi dan untuk kita, diri-diri yang sedang menerima terpaan dan badai serangan situasi, keadaan, tekanan, dan kondisi sulit.
Seiring banyaknya langkah yang telah diri-diri lalui, seiring banyaknya hari yang telah diri-diri lewati, seiring banyaknya takdir yang telah diri-diri bersamai, maka akan berbanding lurus pula dengan semakin tangguh, kuat dan bijaksana perangkat lunaknya diri dalam menghadapi serangan yang akan muncul didepan sana, di jalanan yang “diri sedang menuju kesana”, berkabut, gelap dan penuh dengan ketidakpastian. Ketakutan, kepasrahan, ketidakberdayaan dan kesedihan hanya akan bertahan menjadi objek itu sendiri dalam PIKIRAN selamanya jika tak pernah diri hadapi, karena toh saat dihadapi, percayalah semuanya tak pernah seburuk apa yang diri ini pikirkan, semuanya selalu sesuai kadar kemampuan diri dan tiba-tiba whooosh, kita telah melewati ujiannya dan memilih menjadi kuat di setiap langkah.
Hal yang paling indah dalam perjalanan hidup adalah saat kita berhenti sejenak dan melihat ke belakang lalu mengamati sudah sejauh mana diri-diri ini melangkah membawa sebongkah tubuh terus-menerus melewati satu-satu apa yang Tuhan kirimkan, hadirkan dan berikan sehingga pilihan satu-satunya adalah menjadi kuat dan tetap kuat, hingga kuat menjadi kebiasaan dan telah mengalir mendarah dalam tubuh. Maka, kuatlah dan jadilah kuat, hingga satu-satunya ketakutan diri adalah takut menakuti sebuah ketakutan, bergilirnya siang dan malam dengan pertumbuhan mental diri, menjadi kuat dan semakin-semakin kuat.
Sesekali tak mengapa untuk merasa lelah atau capek, itu hanya tanda bahwa kuatnya diri pun perlu pemulihan dan pemenuhan kembali (re-charge), ambil waktunya, nikmati semua masanya, jalani semua keadaannya, tak perduli seberapa besar rasa sakit yang kita terima, teruslah bangun!, kenakan bajumu!, dan tunjukkan dirimu!.
Get up, dress up and show up!. Tunjukkan bahwa kita lebih kuat daripada semua keadaan yang membuat kita lemah, lelah, dan ingin menyerah, tunjukkan pada Tuhan yang mempercayai kita bahwa kita layak dan bisa melewati apapun itu sekarang, besok, nanti dan selamanya. Pada akhirnya, semuanya selalu baik-baik saja, sangat baik-baik saja.
Jadilah kuat, hingga satu-satunya pilihan adalah memang menjadi kuat, bertahanlah dengan alasan sekecil apapun, entah bertahan karena ingin menonton sinema hingga jam 2 malam atau karena mie instan favorite kita, bertahanlah, cahaya akan selalu datang tepat waktu bagi mereka yang percaya dan tak menyerah! Be strong!.
Leave a Reply