Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatu
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sisi menarik dan keutamaan di 10 hari awal bulan Dzulhijjah.
Pentingnya 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah: Menggapai Kebahagiaan dan Berkah
Bulan Dzulhijjah, bulan kesembilan dalam kalender Hijriah, memiliki keistimewaan tersendiri dalam agama Islam. Salah satu momen puncak dalam bulan ini adalah ibadah haji yang dilakukan oleh jutaan umat Muslim dari seluruh penjuru dunia. Namun, selain ibadah haji, ada juga aspek penting lain yang sering kali terabaikan, yaitu kesempatan luar biasa yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat-Nya dalam 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
Signifikansi 10 Hari Pertama Dzulhijjah:
Keutamaan Ibadah:
10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah waktu yang sangat istimewa di mata Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari yang lebih besar pahalanya di sisi Allah dan lebih dicintai-Nya untuk berbuat kebajikan daripada hari-hari ini,” (HR. Ahmad). Ini menegaskan pentingnya melakukan amal saleh dalam periode ini.
Amalan Shalat dan Zikir:
Selama 10 hari pertama Dzulhijjah, umat Muslim dianjurkan untuk lebih giat dalam melaksanakan shalat, berdzikir, dan membaca Al-Quran. Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya memperbanyak takbir, tahmid, dan tasbih selama periode ini.
Puasa Sunnah:
Puasa adalah amalan yang sangat dianjurkan selama 10 hari pertama Dzulhijjah, terutama pada hari-hari Arafah. Puasa pada hari Arafah memiliki keistimewaan besar, di mana Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa pada hari tersebut dapat menghapus dosa-dosa selama setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Menyembelih Hewan Qurban:
Salah satu ibadah utama yang dilakukan selama 10 hari pertama Dzulhijjah adalah menyembelih hewan qurban. Praktik ini mengingatkan umat Muslim akan pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail AS, serta sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah SWT.
Berinfak dan Beramal:
Selain qurban, 10 hari pertama Dzulhijjah juga merupakan waktu yang tepat untuk bersedekah dan melakukan amal kebajikan lainnya. Rasulullah SAW menyatakan bahwa tidak ada amalan yang lebih dicintai oleh Allah daripada memberikan kebahagiaan kepada sesama Muslim.
Menyebarkan Kebaikan:
Periode ini juga merupakan kesempatan emas untuk menyebarkan kebaikan kepada orang lain, baik melalui kata-kata maupun tindakan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa siapa pun yang mengajak kepada kebaikan akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala orang yang mengikutinya sedikit pun.
Memperkuat Ketaqwaan:
Melalui ibadah dan amal saleh selama 10 hari pertama Dzulhijjah, umat Muslim dapat memperkuat ketaqwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ini merupakan momen penting untuk introspeksi diri, memperbaiki kekurangan, dan meningkatkan kualitas iman.
berikut juga keutamaan bulan Dzulhijjah yang dikutip dari Mulism.or.id
Disebutkan juga oleh para ulama bahwasanya , “siang hari awal 10 bulan Dzulhijjah lebih mulia dari pada siang hari 10 akhir ramadhan. Dan sebaliknya, 10 akhir malam Ramadhan lebih baik dari 10 awal malam Dzulhijjah.”
Allah Ta’ala berfirman,
وَالْفَجْرِ. وَلَيَالٍ عَشْرٍ
“Demi fajar. Dan (demi) hari yang sepuluh” (Al-Fajr: 1-2).
Pendapat pertama: 10 hari awal Dzulhijjah
Ibnu Katsir rahimahullah termasuk yang berpendapat maksud ayat adalah 10 awal bulan Dzulhijjah, beliau berkata,
Haramainku FLYER_06.08.2024
والليالي العشر : المراد بها عشر ذي الحجة ، كما قاله ابن عباسٍ وابن الزبير ومُجاهد وغير واحدٍ من السلف والخلف
“Yang dimaksud dengan “malam yang sepuluh” adalah sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas, Ibnu az-Zubair, Mujahid, dan lainnya dari kalangan kaum Salaf dan Khalaf” [1. Tafsir Ibni Katsir, VIII/535].
Memang kata-kata “malam” dalam ayat, dalam bahasa Arab bisa dimaksudnya sebagai siang hari. Karena kebiasaan orang Arab mengungkapkan hari dengan malam.
Ibnul Arabi rahimahullah berkata,
أنه أطلق على الأيام ( ليالي) لأن اللغة العربية واسعة ، قد تطلق الليالي ويراد بها الأيام ، والأيام يراد بها الليالي
“Makna malam bisa dimaksudkan siang hari, karena bahasa Arab luas pemaknaannya. Terkadang disebutkan malam padahal maksudnya siang dan sebaliknya disebutkan siang maksudnya malam” [2. Ahkamul Quran, 4/334].
Pendapat kedua: 10 hari akhir Ramadhan
Syaikh Muhamad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan,
وإنما يرجح القول الثاني أنها الليالي العشر الأواخر من رمضان، وأقسم الله بها لشرفها، ولأن فيها ليلة القدر
“yang Rajih adalah pendapat kedua yaitu 10 akhir Ramadhan. Allah telah bersumpah dengan kemualiaannya karena padanya terdapat malam Lailatul Qadar” [3. Tafsir Juz Amma li Syaikh Ibnu Al ‘Utsaimin, Asy Syamilah].
Pendapat ketiga: menjamak dua pendapat
Pendapat ketiga dari para ulama yaitu yang menjamak dua pendapat sebelumnya, mereka menyatakan bahwa jika siang hari awal 10 bulan Dzulhijjah lebih mulia dari pada siang hari 10 akhir ramadhan. Dan sebaliknya, 10 akhir malam Ramadhan lebih baik dari 10 awal malam Dzulhijjah. Sehingga tafsir ayat tersebut mencakup bulan Dzulhijjah dan bulan Ramadhan, yaitu 10 siang awal Dzulhijjah dan 10 malam akhir Ramadhan
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah menjelaskan hal ini, beliau berkata
:ليالي العشر اﻷخير من رمضان ، أفضل من ليالي عشر ذي الحجة ، و أيام عشر ذي الحجة أفضل من أيام عشر رمضان ، وبهذا التفصيل يزول اﻹشتباه ، ويدل عليه أن ليالي العشر من رمضان إنما فضلت بإعتبار ليلة القدر ، وهي من الليالي ، و عشر ذي الحجة إنما فضل بإعتبار أيامه، إذ فيه يوم النحر ، و يوم عرفة ،و يوم التروية …
“Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan lebih utama dari sepuluh malam pertama dari bulan Dzulhijjah. Dan sepuluh hari pertama Dzulhijah lebih utama dari sepuluh hari terakhir Ramadhan. Dari penjelasan keutamaan seperti ini, hilanglah kerancuan yang ada. Jelaslah bahwa sepuluh hari terakhir Ramadhan lebih utama ditinjau dari malamnya. Sedangkan sepuluh hari pertama Dzulhijah lebih utama ditinjau dari hari (siangnya) karena di dalamnya terdapat hari nahr (qurban), hari ‘Arofah dan terdapat hari tarwiyah (8 Dzulhijjah)”[4. Zaadul Ma’aad hal. 20].
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr hafidzahullah berkata,
أنّ العشر الأيام الأوّل من شهر ذي الحجة هي خير أيام السنة على الإطلاق ، والعشر الليالي الأخيرة من شهر رمضان هي خير ليالي السنة على الإطلاق.
“Sepuluh siang hari pertama bulan Dzulhijjah lebih baik dari hari-hari setahun secara mutlak dan sepuluh malam akhir bulan Ramadhan lebih baik dari malam setahun secara mutlak.
Begitu pula penyataan yang dikutip dari ustadz Adi Hidayat sebagai berikut:
Ustaz Adi Hidayat mengurai keutamaan 10 hari di awal bulan Dzulhijjah yang harus diketahui kaum muslimi.
“Saat masuk awal dzulhijjah itu semua kualitas amal berubah, naik status amalnya menjadi dicintai Allah SWT. Jadi setiap bulan tertentu ada keutamaan tersendiri,” ungkap Ustaz Adi Hidayat.
Kendati demikian, Ustaz Adi Hidayat mengungkap fakta di balik anggapan 10 hari awal Dzulhijjah setara dengan malam Lailatul Qadr.
Terkait anggapan tersebut, Ustaz Adi Hidayat meminta kaum muslimin tidak salah menafsirkannya.
Bahwa tiap bulan ada keutamaannya tersendiri, termasuk bulan Ramadhan dan Dzulhijjah.
Ustaz Adi Hidayat mengurai amalan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah jelang Hari Raya Idul Adha. Simak jadwal puasa Idul Adha 2024. (Youtube channel Ustaz Adi Hidayat)
“Awal 10 Dzulhijjah enggak bisa disamakan dengan Ramdahan. Ramadhan punya keistimewaan sendiri, awal Dzulhijjah. Misal malam Al Qadr itu adanya di Ramadhan, enggak bisa ditemukan di malam-malam awal Dzulhijjah, jadi tidak tepat kalau ada yang mengatakan bahwa di awal Dzulhijjah seperti Al Qadr. Malam Al Qadr hanya satu tahun sekali,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Adapun dalil dari keutamaan 10 hari awal bulan Dzulhijjah terdapat di Al Quran Surah Al Qadr ayat 1-5:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ .
Artinya: Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ .
Artinya: Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ .
Artinya: Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ .
Artinya: Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.
Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan keutamaan bulan Dzulhijjah di 10 hari pertamanya.
“10 awal Dzuhijjah itu baik ganjil atau genapnya semua punya keutamaan, semua punya kemuliaan. Keutamaannya, semua amal yang dikerjakan di 10 malam Dzuhijjah itu statusnya naik menjadi amalan yang sangat dicintai Allah SWT,” pungkas Ustaz Adi Hidayat .
Kesimpulannya
10 hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan periode yang sangat istimewa dalam agama Islam. Dengan memanfaatkan waktu ini dengan baik, umat Muslim dapat mendapatkan banyak keutamaan, pengampunan dosa, dan keberkahan dari Allah SWT.
Oleh karena itu, mari manfaatkan setiap detik dari periode ini untuk meningkatkan ibadah, kebaikan, dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Dengan demikian, kita akan menggapai kebahagiaan dan berkah dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Leave a Reply